Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Tips Membina Anak Untuk Rumah Tangga Konsep Abdullah Nasih Ulwan.

Solusirumahtangga.com – Salah satu hal yang sangat diharapkan oleh dua insan yang telah berumah tangga adalah kehadiran seorang anak . Kehadiran seorang anak menjadi suatu hal yang sangat diharapkan karena rumah tangga akan menjadi lebih ramai dan menyenangkan dengan kehadirannya. Anak merupakan amanah yang telah dianugrahkan oleh Allah, oleh karena itu ia harus dijaga dan diperhatikan. Anak yang kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang liar, susah diatur dan merepotkan orang tua bahkan yang terparah akan menjadi musibah baginya. Agar seorang anak tumbuh menjadi anak yang shaleh, cerdas dan berakhlak mulia maka salah seorang pakar pendidikan Abdullah Nasih Ulwan memberikan beberapa pola dalam pembinaan akhlak seorang anak, diantaranya adalah: pembiasaan, keteladanan, nasehat, pengawasan, penghargaan dan hukuman.

Pertama, dengan pembiasaan. Karakter, kepribadian seorang anak sesungguhnya banyak terbentk disebabkan karena pembiasaan. Anak yang terbiasa berkata kotor dalam kehidupan sehari-harinya maka kebiasaan tersebut akan susah dihilangkannya kecuali kemudian ia berusaha untuk membiasakan diri atau dipaksan untuk biasa berkata baik dalam kehidupan sehari-harinya maka insya Allah dengan kebiasaan berkata baik akan merubah kebiasaan berkata kotor.

Kedua, keteladanan. Anak adalah peniru dari apa yang sering ia lihat dan saksikan. Orang yang paling sering disaksikan adalah orang yang paling dekat dengannya dan hidup bersamanya. Orang tersebut adalah ibu dan bapaknya. Keteladan orang tuanya adalah yang paling berpengaruh dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Oleh karena itu oarang tua harus mampu menjaga tutur kata, sikap dan perbuatannya.

pola pembinaan anak
Ketiga, nasehat. Siapapun membutuhkan sebuah nasehat tidak terkecuali seorang anak. Untuk membina anak berakhlak mulia maka orang tua harus bisa memberikan nasehat yang bijak kepada anak-anaknya. Dalam menyampaikan nasehat harus diperhatikan waktu dan keadaan seorang anak, jangan sampai menyampaikan nasehat pada saat anak sedang lelah, atau sedang emosi atau marah sebab nasehat tersebut akan mental dan tidak akan diterimanya.
Keempat, pengawasan. Anak kecil apalagi yang sudah tumbuh menjadi remaja harus terus mendapatkan pengawasan dari orang tuanya. Orang tua harus mampu mengawasi anaknya tanpa anak tersebut merasa diawasi sebab saat ini pengaruh global begitu dahsyatnya mempengaruhi akhlak seorang anak bisa jadi anak telah ditanamkan nilai oleh orang tuanya namun nilai tersebut luntur ketika anak tersebut bergaul dengan dunia luar.
Kelima, penghargaan. Orang tua sering kali bersikap agresif kepada anaknya bila melihat mereka melakukan suatu hal yang negatif dengan langsung memberikan hukuman. namun jarang sekali orang tua yang langsung memberikan penghargaan kepada anaknya bila berprestasi atau sedang melakukan suatu yang positif. Padahal sesungguhnya dengan penghargaan pada saat yang tepat akan menjadikan anak termotifasi terus melakukan perbuatan positif.
Keenam, dengan hukuman. hukuman adalah tindakan terakhir yang dilakukan apabila tahapan-tahapan pembinaan seperti tersebut di atas telah dilakukan. Hukuman berfungsi memberikan efek jera kepada pelakunya agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *